SOFTSKIL AKUNTANSI INTERNASIONAL
ANALISA RASIO KEUANGAN

Kelompok
4EB11
Nama
Anggota :
1.
M.
Henryzal A W (25213136)
2.
Bagas
Nur P (21213595)
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
PT. Charoen Pokphand Indonesia didirikan pada tahun 1921 oleh
dua bersaudara Chia Ek dan Chia Seow Whooy yang meninggalkan negeri China untuk
mendapatkan kesempatan berusaha di Thailand. Awalnya mereka bersama-sama
mendirikan sebuah toko yang bergerak dibidang penjualan bibit tumbuhan, pupuk
dan obat pembasmi serangga di Bangkok. Usaha keluarga ini berkembang pesat
dengan mulai berdagang ternak dan telur disamping bibit dan pupuk. Usaha terus
berkembang dan pada tahun 1951 perusahaan ini resmi terdaftar dengan nama
Charoen Pokphand yang berarti tangan berlimpah dalam bahasa Thailand. PT.
Charoen Pokphand Indonesia Medan merupakan salah satu cabang dari PT. Charoen
Pokphand Indonesia yang berlokasi di Jakarta.
PT. Charoen Pokphand Indonesia disahkan oleh menteri
kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan No. Y.A5/197/21 tanggal 8
Juni 1973. Pada tahun 1980 didirikan PT. Charoen Pokphand Indonesia Medan
berlokasi di Jl. Pula Sumbawa No.5 (KIM II-Medan) yang didirikan diatas lahan
seluas 4,6 Ha. Dimana pada lokasi didirikan pabrik, gudang, kantor dan
sebagainya. Perusahaan ini pertama kali berproduksi pada tahun 1980 dengan
hasil produksi 1500 ton makanan ternak. Usaha ternak ayam ras mulai berkembang
di Indonesia sekitar tahun 1970 karena produksi daging dan telur ayam kampung
belum dapat memenuhi konsumsi masyarakat. Usaha peternakan ayam ras yang
semakin berkembang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Hal ini dibuktikan
dengan penemuan alat yang mampu menetaskan telur ayam dalam waktu yang relatif singkat.
Penerapan teknologi ini didukung oleh program pemerintah untuk meningkatkan
nilai gizi masyarakat dalam hal ini kebutuhan protein hewani. Indonesia
merupakan negara potensial bagi industri pakan ternak, melihat itu maka salah
satu perusahaan asing yaitu PT. Charoen Pokphand yang berpusat di Thailand
mewujudkan minatnya untuk menanamkan modalnya dalam jumlah yang besar secara
patungan dengan pengusaha Indonesia. Sebagai akibat dari peningktan konsumsi
dan pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang demikian pesat, maka kebutuhan
pakan ternak juga meningkat. Menaggapi perkembangan tersebut PT. Charoen
Pokphand Indonesia memperluas usaha dan juga pasarnya dengan mendirikan pabrik
baru yang berlokasi di Surabaya dan medan.
Analisis Rasio Keuangan (Likuiditas,
Solvabilitas dan Rentabilitas) PT. Charoen Pokphand Tbk Periode 2013-2015
Rasio Likuiditas
Analisis rasio likuiditas dapat
diartikan sebagai hasil yang diperoleh untuk mengukur kemampuan perusahaan dari
proses menganalisis rasio-rasio yang berhubungan dengan tingkat likuiditas
suatu perusahaan. Kesimpulan tersebut dapat memberi penjelasan tentang berhasil
tidaknya perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh
tempo. Perusahaan dikatakan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada
waktunya apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran ataupun aktiva
lancar yang lebih besar daripada hutang lancar atau kewajiban jangka pendek.
Untuk menilai likuiditas perusahaan
menggunakan rasio :
1.
Current Ratio
Current ratio adalah perbandingan antara jumlah
aktiva lancar dengan hutang lancar. Secara matematis dapat dirumuskan :
![]() |
Current Ratio ini menunjukkan tingkat keamanan
kreditor jangka pendek atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang
tersebut. Jika suatu perusahaan memiliki tingkat presentase ratio tinggi belum
tentu dapat menjamin akan dapat dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh
tempo. Hal ini bisa dikarenakan adanya jumlah persediaan yang relatif tinggi
dibandingkan taksiran tingkat penjualan yang akan datang sehingga tingkat
perputaran persediaan rendah. Semakin
kecil hutang lancar maka semakin besar presentase Current Ratio.
Berikut perhitungan current ratio PT.
Charoen Pokphand Tbk Periode 2013-2015
(Dalam jutaan rupiah)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
AKTIVA LANCAR
|
HUTANG LANCAR
|
CR
|
%
|
CPIN
|
2013
|
8.824.900
|
2.327.048
|
3,729231
|
372,92
|
2014
|
10.009.670
|
4.467.240
|
2,240683
|
224,06
|
|
2015
|
12.013.294
|
5.703.842
|
2,106175
|
210,61
|
Analisis: Berdasarkan perhitungan current ratio diatas
menunjukan bahwa pada tahun 2013 setiap 1 utang lancar dijamin oleh 3,72 harta lancar atau perbandingannya
antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 3,72 : 1. Pada tahun 2014 setiap
1 utang lancar dijamin oleh 2,24 harta lancar atau perbandingannya antara
aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 2,24 : 1. Pada tahun 2015 setiap 1
utang lancar dijamin oleh 2,10 harta lancar atau perbandingannya antara aktiva
lancar dengan hutang lancar adalah 2,10:
1. Ini menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam membiayai hutang jangka
pendeknya menggunakan harta lancarnya sangat baik, dan rasio CR paling tinggi
ditunjukkan pada tahun 2013.
2.
Quick
ratio
Merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan
menggunakan aktiva yang lebih likuid . Quick
Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu :
![]() |
Berikut perhitungan quick ratio PT.
Charoen Pokphand Tbk Periode 2013-2015
(dalam jutaan rupiah)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
AKTIVA LANCAR
|
PERSEDIAAN
|
HUTANG LANCAR
|
QR
|
%
|
CPIN
|
2013
|
8.824.900
|
4.044.737
|
2.327.048
|
2,054174
|
205,4174
|
2014
|
10.009.670
|
4.333.238
|
4.467.240
|
1,270679
|
127,0679
|
|
2015
|
12.013.294
|
5.454.001
|
5.703.842
|
1,149978
|
114,9978
|
Analisis: rata-rata industry
tingkat liquidnya / quick ratio adalah 0,5 kali sedangkan pada tahun 2013 PT. Charoen Pokphand 2,05. Pada tahun 2014 1,27, pada
tahun 2015 1,14 maka keadaanya cukup
baik karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi
persediaan, dan rasio QR paling
tinggi ditunjukkan pada tahun 2013.
Rasio Solvabilitas
Analisis
rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis rasio solvabilitas
dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh dan proses menganalisis
rasio-rasio yang berhubungan dengan pelunasan kewajiban jangka panjang
perusahaan serta pengembalian modal. Pengukuran rasio solvabilitas dapat dihitung
dengan dua cara, yaitu:
1.
Total debt to equity ratio (rasio antara hutang dengan
modal sendiri)
Yaitu perbandingan antara jumlah
hutang (hutang lancar dan hutang jangka panjang) dengan modal sendiri,
kemampuan menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Sehingga dapat
dirumuskan sebagai berikut :

Berikut
perhitungan DER PT. Charoen Pokphand Tbk Periode 2013-2015 (Dalam Jutaan
rupiah)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
TOTAL DEBT
|
TOTAL EQUITY
|
DER
|
%
|
CPIN
|
2013
|
5.771.297
|
9.950.900
|
0,579977
|
57,9977
|
2014
|
9.919.150
|
10.943.289
|
0,906413
|
90,6413
|
|
2015
|
12.123.488
|
12.561.427
|
0,965136
|
96,5136
|
Analisis: DER
merupakan perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri, tingkat DER PT. Charoen Pokphand tbk pada
tahun 2013-2015 mengalami fluktuasi.
Pada tahun 2013 PT.
Charoen Pokphand menunjukkan
tingkat rasio DER sebesar 0,57, pada tahun 2014 sebesar 0,90 hal ini
menunjukkan bahwa tingkat DER pada tahun 2013 dan 2014 dibawah 1 yang artinya
perusahaan lebih banyak menggunakan modal dibandingkan dengan hutang dalam
membiayai usahanya. Sedangkan pada tahun 2015 PT. Charoen Pokphand memiliki DER sebesar 0,96 hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak
menggunakan modal sendiri dibandingkan dengan hutang dalam membiayai
usahanya. Dengan berarti tingkat DER
paling baik dari tahun 2013-2015 adalah pada tahun 2013.
2.
Total debt to asset ratio (Rasio Hutang terhadap
Harta)
Merupakan
Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan
menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh
kewajibanya . Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :
![]() |
Berikut perhitungan DAR PT.
Charoen Pokphand 2013-2015 (Dalam Jutaan Rupiah)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
DEBT
|
TOTAL Asset
|
DAR
|
%
|
ASUS
|
2013
|
5.771.297
|
15.722.197
|
0,3670795
|
36,70795
|
2014
|
9.919.150
|
20.862.439
|
0,4754549
|
47,54549
|
|
2015
|
12.123.488
|
24.684.915
|
0,4911294
|
49,11294
|
Analisis: pendanaan
perusahaan dibiayai dengan utang untuk tahun 2013 artinya bahwa setiap 100,-
pendanaan perusahaan 36,- dibiayai dengan utang dan 64 disediakan oleh pemegang
saham. pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang untuk tahun 2014
artinya bahwa setiap 100,- pendanaan
perusahaan 47,- dibiayai dengan utang dan
53 disediakan oleh pemegang saham. pendanaan
perusahaan dibiayai dengan utang untuk tahun 2015 artinya bahwa setiap 100,- pendanaan perusahaan 49,- dibiayai dengan utang dan 51 disediakan oleh pemegang saham.
Rasio Rentabilitas/Profitabilitas
Rasio ini
disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan,
profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan
aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Yang termasuk dalam ratio
ini adalah :
1.
Gross Provit Marginal (Margin Laba Kotor)
Merupakan
perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan
tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari
jumlah penjualan. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :
![]() |
Berikut
perhitungan GPM PT. Charoen Pokphand Tbk 2013-2015 (Dalam Jutaan Rupiah)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
LABA KOTOR
|
PENJUALAN BERSIH
|
GPM
|
%
|
CPIN
|
2013
|
5.149.808
|
25.662.992
|
0,2006705
|
20,06705
|
2014
|
4.134.255
|
29.150.275
|
0,1418255
|
14,18255
|
|
2015
|
5.140.159
|
30.107.727
|
0,1707255
|
17,07255
|
Analisis: kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan menghasilkan laba kotor dari pejualan bersih selalu mengalami kenaikan pada tahun
2013-2015. Pada tahun 2013 adalah sebesar
20%, pada tahun 2014 sebesar 14% dan pada tahun 2015 17%. Dan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan menghasilkan laba kotor dari pejualan bersihpaling
baik adalah pada tahun 2013.
2.
Net
Profit Marginal (Margin Laba Bersih)
Merupakan rasio yang digunaka nuntuk
mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan. Sehingga
dapat dirumuskan sebagai berikut :
![]() |
Berikut
perhitungan NPM PT. Charoen Pokphand Tbk
Periode 2013-2015 (in
thousand)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
EAT
|
PENJUALAN BERSIH
|
NPM
|
%
|
CPIN
|
2013
|
2.528.690
|
25.662.992
|
0,0985344
|
9,85344
|
2014
|
1.745.724
|
29.150.275
|
0,0598870
|
5,98870
|
|
2015
|
1.832.598
|
30.107.727
|
0,0608680
|
6,08680
|
Analisis: kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan menghasilkan laba bersih dari pejualan bersih Pada
tahun 2013 adalah sebesar 9%, pada tahun
2014 sebesar 5% dan pada tahun 2015 6%. Dan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan menghasilkan laba kotor dari pejualan bersihpaling baik adalah
pada tahun 2013.
3.
Return of Asset
adalah salah satu
bentuk dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan setelah
biaya-biaya modal (biaya yang digunakan mendanai aktiva) dikeluarkan dari
analisis. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :
![]() |
Berikut
perhitungan ROA PT. Charoen Pokphand
Tbk Periode 2013-2015 (in thousand)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
EAT
|
TOTAL AKTIVA
|
ROA
|
%
|
CPIN
|
2013
|
2.528.690
|
15.722.197
|
0,1608356
|
16,08356
|
2014
|
1.745.724
|
20.862.439
|
0,0836778
|
8,36778
|
|
2015
|
1.832.598
|
24.684.915
|
0,0742395
|
7,42395
|
Analisis: laba bersih yang
diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah aktiva yang digunakan
untuk menghasilkan keuntungan pada tahun 2013 adalah sebesar 16%, pada
tahun 2014 sebesar 8% dan pada tahun 2015 adalah sebesar 7%. Dan laba bersih
yang diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah aktiva yang digunakan
untuk menghasilkan keuntungan paling besar adalah pada tahun 2013.
4.
Return of Equity
adalah salah satu
bentuk dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan menggunakan total ekuitas yang ada dan setelah
biaya-biaya modal dikeluarkan dari analisis. Sehingga dapat dirumuskan sebagai
berikut :
![]() |
Berikut
perhitungan ROE PT. Charoen Pokphand
Tbk Periode 2013-2015 (in
thousand)
PERUSAHAAN
|
TAHUN
|
EAT
|
TOTAL EQUITY
|
ROE
|
%
|
ASUS
|
2013
|
2.528.690
|
9.950.900
|
0,254116
|
25,4116
|
2014
|
1.745.724
|
10.943.289
|
0,159546
|
15,9546
|
|
2015
|
1.832.598
|
12.561.427
|
0,145890
|
14,5890
|
Analisis: laba bersih yang
diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah equity yang digunakan
untuk menghasilkan keuntungan pada tahun 2013 adalah sebesar 25%, pada
tahun 2014 sebesar 15% dan pada tahun 2015 adalah sebesar 14%. Dan laba bersih
yang diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah ekuity yang digunakan
untuk menghasilkan keuntungan paling besar adalah pada tahun 2013.
KESIMPULAN :
Berdasarkan penjabaran diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa secara kesuluruhan Rasio keuangan perusahaan PT. Charoen
Pokphand Tbk baik. Tingkat rasio likuiditas perusahaan PT.
Charoen Pokphand Tbk atau
kemampuan perusahaan dalam membiayai hutang jangka pendeknya adalah sangat baik,
sedangkan tingkat solvabilitas nya adalah baik. Dan dari tingkat rasio
Rentabilitas/profitabilitasnya cukup baik.