Selasa, 03 Desember 2013

Nilai Waktu Uang



 
PENGERTIAN
Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.

Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000  yang diterima saat ini akan lebih  bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang.

Hal tersebut  sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak factor yang mempengaruhinya seperti.adanya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dll.

MANFAAT
Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya.
Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang

KETERBATASAN
Keterbatasannya yaitu akan mengakibatkan masyarakat hanya menyimpan uangnya apbila tingkat bunga bank tinggi, karena mereka menganggap jika bunga bank tinggi maka uang yang akan mereka terima dimasa yang akan datang juga tinggi. Time value of money tidak memperhitungkan tingkat inflasi.

METODE-METODE YANG DIGUNAKAN

FUTURE VALUE (nilai yang akan datang)
Adalah nilai uang dimasa yang akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu.untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini

            6/05/07                                                                                  6/05/08
                Po                                                                                          FV
       Rp 1,000,000                                                                                   ?
RUMUS

          
         FV = Po (1+i)n
           


Keterangan :
    FV  : Nilai pada masa yang akan datang
    Po   : Nilai pada saat ini
    i      : Tingkat suku bunga
    n     :  Jangka waktu   

atau rumus tersebut dapat disederhanakan dengan melihat tabel:

FV = PV ( FVIF tahun,bunga )

Tabel Future Value ( FVIF ) US $

N
10%
15%
20%
30%
40%
50%
1
1.1000
1.1500
1.2000
1.3000
1.3600
1.4000
2
1.2100
1.3225
1.4400
1.6900
1.8496
1.9600
3
1.3310
1.5209
1.7280
2.1970
2.5155
2.7440
4
1.4641
1.7490
2.0736
2.8561
3.4210
3.8416
5
1.6105
2.0114
2.4883
3.7129
4.6526
5.3782

Contoh :
Sebuah perusahaan memperoleh pinjaman modal dari suatu bank sebesar Rp 5,000,000 untuk mebeli peralatan produksi dengan jangka waktu 5 tahun bunga yang dikenakan sebesar 18 % per tahun berapa jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan tsb pada akhir tahun ke 5?
            FV = Po (1+r)n
            FV = Rp 5,000,000 (1+0.18)5
            FV = Rp 11,438,789
Jadi jumlah yang harus dibayarkan perusahaan kepada bank sebesar Rp 11,438,789







PRESENT VALUE (nilai sekarang)
Adalah nilai uang sekarang yang akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang  dengan tingakat suku bunga tertentu pada setiap periode. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

            6/05/07                                                                                        6/05/08
               PV                                                                                               Po
                ?                                                                                       Rp 1,000,000

Rumus :


Keterangan :

            PV  :  Nilai sekarang
            Po  :  NIlai di masa yang akan datang
            r     :  Tingkat suku bunga
            n    :  Jangka waktu.

Atau dengan rumus:
PV = Po ( PVIF i,n )

Keterangan:
PV = nilai sekarang
Po = nilai masa akan datang
i     = tingkat bunga
n    = jangka waktu

Tabel nilai sekarang ( PVIF ) US $
N
10%
15%
20%
30%
40%
50%
1
0.9091
0.8696
0.8333
0.7692
0.7143
0.6667
2
0.8264
0.7561
0.6944
0.5917
0.5102
0.4444
3
0.7513
0.6575
0.5787
0.4552
0.3644
0.2963
4
0.6830
0.5718
0.4823
0.3501
0.2603
0.1975
5
0.6209
0.4972
0.4019
0.2693
0.1859
0.1317


CONTOH :
Tn B akan menerima uang sebesar Rp 40,000,000 pada 6 tahun mendatang. Berapa nilai uang yang akan diterima itu sekarang dengan tingkat bunga 20 % per tahun?

PV  =  Rp 40,000,000  x     
                  =  Rp 13,396,000

Nilai uang Tn B sebesar Rp 40,000,000 yang akan diterima 6 tahun lagi pada tingkat bunga 20 % pada saat sekarang adalah sebesar Rp 13,396,000.

ANUITAS
Adalah rangkaian/seri pembayaran atau penerimaan uang yang jumlahnya, periode serta tingkat bunganya sama selama jangka waktu tertentu. Annuity dapat dihitung menggunalan konsep future value annuity dan present value annuity.

FUTURE VALUE ANNUITY
Adalah suatu hal yang dimanfaatkan untuk mencari nilai dari suatu penjumlahan tahun yang akan datang dari jumlah yang diterima sekarang  pada waktu yang sudah ditentukan atau dengan kata lain penjumlahan dari future value. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini.

           6/06/07    6/07/07    6/08/07    6/09/07    6/10/07    6/11/07    6/12/07    6/01/08    
                Po                                                                                                           FV
         Rp1 juta    Rp1 juta   Rp1 juta   Rp1 juta  Rp1 juta  Rp1 juta  Rp1 juta        ?  

Rumus :
atau dengan rumus:     FVA = PMT ( FVIFA i,n )

Tabel Future Value of Annuity ( FVIFA ) US $
N
10%
15%
20%
30%
40%
50%
1
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
2
2.1000
2.1500
2.2000
2.3000
2.4000
2.5000
3
3.3100
3.4725
3.6400
3.9900
4.3600
4.7500
4
4.6410
4.9934
5.3680
6.1870
7.1040
8.1250
5
6.1051
6.7424
7.4416
9.0431
10.9456
13.1875


Sinking Fund / mencari anuitas
Merupakan perhitungan yang digunakan untuk menentukan suatu jumlah dari anuitas tertentu yang akan dicadangkan (simpan) pada setiap priode dalamjangka waktu yang sudah ditentukan dengan tingkat bunga yang berlaku supaya dapat mencukupi untuk masa yang akan datang. Dengan rumus sebagai berikut:

A    =  FVa   
                                                           
Keterangan :

            FVA  : Nilai yang akan datng dari suatu anuitas
                 A  : Anuitas
                 r    : Tingkat bunga
                 n   : Periode tertentu
    
Contoh soal:
Tn B ingin mengakumulasikan sejumlah dananya sebesar Rp 20,000,000 yang diinvestasikan pada PT ABC tiap semester selama 10 tahun dengan tingkat bunga 10 % per tahun
Tn A menabung sebesar Rp 5,000,000 setiap tahun untuk jangka waktu 5 tahun dengan tingakat suku bunga 15 %. Berapakah nilai tabungan Tn A pada akhir tahun ke 5
Jawab:
Diket:  Po = Rp 5,000,000
            i    =  15 %
            n   = 5 tahun
ditanya            : Fv…..?
jawab;   
           6/06/07    6/07/07    6/08/07    6/09/07    6/10/07    6/11/07         
                Po                                                                           FV
         Rp5 juta    Rp5 juta   Rp5 juta   Rp5 juta  Rp5 juta        ?      















 
                                                                                                          5(1+0.15)1
                                                                                                          5(1+0.15)2
                                                                                                          5(1+0.15)3
                                                                                                          5(1+0.15)4
                                                                                                          5(1+0.15)5
(1+0.15)1 = 1.1500
(1+0.15)2 = 1.3225
(1+0.15)3 = 1.5209
(1+0.15)4 = 1.7490
(1+0.15)5 = 2.0114      total = 7.7538
FVA = PMT ( FVIFA i,n )
        = Rp 5,000,000 (7.7538)
        = Rp 38,769,000

Jadi uang tunai yang dimiliki Tn a setelah menabung selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga 15 % sebesar Rp 38,769,000                                                                                      

PRESENT VALUE ANNUITY
Adalah suatu bilangan yang dapat dimanfaatkan untuk mencari nilai sekarang dari suatu penjumlahan yang diterima setiap akhir periode pada jangka waktu tertentu. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini


           6/06/07    6/07/07    6/08/07    6/09/07    6/10/07    6/11/07    6/12/07    6/01/08    
             PV                                                                                                             Po
               ?        Rp1 juta    Rp1 juta   Rp1 juta   Rp1 juta  Rp1 juta  Rp1 juta  Rp1 juta
      


             
Rumus yang digunakan:

atau dengan rumus:

PVA = A ( PVIFA i,n )

Keterangan:
PVA     = nilai sekarang dari suatu anuitas
A         = anuitas / angsuran
i           = tigkat bunga
n          = jangka waktu / priode

Tabel present value of annuity ( PVIFA ) US $
N
10%
15%
20%
30%
40%
50%
1
0.9091
0.8696
0.8333
0.7692
0.7143
0.6667
2
1.7355
1.6257
1.5287
1.3609
1.2245
1.1111
3
2.4869
2.2832
2.1065
1.8161
1.5889
1.4074
4
3.1699
2.8550
2.5887
2.1662
1.8492
1.6049
5
3.7908
3.3522
2.9906
2.4356
2.0352
1.7366


Capital recovery factor
Merupakan faktor bilangan yang digunakan untuk menghitung sejumlah uang tertentu yang dibayar dalam jumlah yang tetap pada setiap priode.

Rumusnya:


Atau dengan rumus:

A = PVA ( 1 / PVIFA i,n )

Keterangan :
A         = anuitas / angsuran
PVA    = nilai sekarang
i           = tingkat bunga
n          = jangka waktu


Contoh Soal:
PT. ABC merencanakan akan mendapatkan sejumlah uang dari hasil penjualan produksinya sebesar Rp. 1000.000.000,- setiap tahun. Jumlah tersebut akan diterima selama 2 tahun berturut-turut. Sehingga berapa jumlah yang harus diterima oleh PT. ABC apabila tingkat bunga yang diberikan 20 % per tahun?
Jawaban :
Dik      : A = Rp. 1000.000.000,-
               i  = 20 %
              n  = 2 tahun
Dit       : PVA......?
Jawab  :
            PVA = A    ( 1 + i ) n  – 1
                                 I ( 1 + i ) n
                    = Rp. 1000.000.000,-   ( 1 + 0.2 )2 - 1
                                                            I ( 1 + 0.2 )2
                    =Rp. 1.527.777.778,-

sumber :

Penjualan



Penjualan
Definisi dan Pengertian Penjualan - Penjulana merupakan suatu transaksi yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih dengan menggunakan alat pembayaran yang sah, dengan penjualan juga merupakan salah satu sumber pendapatan seseorang atau perusahaan yang melakukan transaksi jual dan beli, dalam suatu perusahaan apabila semakin besar penjualan maka akan semakin besar pula pendapatan yang diperoleh
Pengertian Penjualan :
  • Pengertian Penjualan adalah transaksi yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih dengan bertukar barang atau jasa yang diperjual belikan serta menggunakan alat transaksi yang sah
  • Pengertian Penjualan adalah sebuah usaha atau langkah konkrit yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang ataupun jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya dengan mengharapkan keuntungan dari hasil penjualannya

Pengertian Penjualan Menurut Para Ahli :
  1. Pengertian penjualan menurut Henry Simamora Adalah pendapatan lazim dalam perusahaan dan merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa
  2. Pengertian penjualan menurut Chairul Marom Adalah Penjualan artinya penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok perusahaan yang biasanya dilakukan secara teratur
Kesimpulan dari Pengertian penjualan adalah persetujuan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli, dimana penjual menawarkan suatu produk dengan harapan pembeli dapat menyerahkan sejumlah uang sebagai alat ukur produk tersebut sebesar harga jual yang telah disepakati
Tujuan penjualan:
  • Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari produk ataupun barang yang dihasilkan produsennya dengan pengelolaan yang baik dan mengharapkan keuntungan yang sebesar-besarnya, namun hal ini perlu peningkatan kinerja dari pihak distributor dalam menjamin mutu barang atau jasa yang akan di jual tersebut.
  • Mencapai tujuan yaitu dalam perusahaan setiap penjualan harus memiliki tujuan penjualan yang dicapai.
Syarat Pnjualan:
  1. Ada Penjual dan ada Pembeli
  2. Ada Barang, jasa dan lain-lain yang akan dijual dan alat tukar yang sah
Jenis-Jenis Penjualan:
  1. Trade Selling
  2. Missionary Selling
  3. Technical Selling
  4. New Business Selling
  5. Responsive Selling
Klasifikasi Transaksi Penjualan
Ada beberapa macam transaksi penjualan menurut La Midjan (2001;170) dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi 1” dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Penjualan Tunai
2. Penjualan Kredit
3. Penjualan Tender
4. Penjualan Ekspor
5.Penjualan Grosir”

Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Penjualan Tunai 
Adalah penjualan yang bersifat cash dan carry pada umumnya terjadi secara kontan dan dapat pula terjadi pembayaran selama satu bulan dianggap kontan.

b. Penjualan Kredit 
Adalah penjualan dengan tenggang waktu rata-rata diatas satu bulan.

c. Penjualan Tender 
Adalah penjualan ynag dilaksanakan melalui prosedur tender untuk memegangkan tender selain harus memenuhi berbagai prosedur.

a. Penjualan Ekspor 
Adalah penjualan yang dilaksanakan dengan pihak pembeli luar negeri yang mengimpor barang tersebut.

b. Penjualan Grosir 
Adalah penjualan yang tidak langsung kepada pembeli, tetapi melalui pedagang grosir atau eceran.

Dari uraian diatas penjualan memiliki bermacam-macam transaksi penjualan yang terdiri dari: penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan tender, penjualan konsinyasi, penjualan ekspor, serta penjualan grosir.


Tujuan Penjualan
Dalam suatu perusahaan kegiatan penjualan adalah kegiatan yang penting, karena dengan adanya kegiatan penjualan tersebut maka akan terbentuk laba yang dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

Tujuan umum penjualan yang dimiliki oleh perusahaan menurut Basu Swastha (2005;404) dalam bukunya “Manajemen Penjualan”, yaitu: 
1. Mencapai volume penjualan tertentu.
2. Mendapat laba tertentu.
3. Menunjang pertumbuhan perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan umum perusahaan dalam kegiatan penjualan adalah untuk mencapai volume penjualan, mendapat laba yang maksimal dengan modal sekecil-kecilnya, dan menunjang pertumbuhan suatu perusahaan.


Analisis sistem
Data Flow Diagram
DFD adalah diagram grafis yang menandai proses serta aliran data dalam suatu sistem bisnis yang menggambarkan input, proses, output. Tujuannya adalah: DFD harus bisa mengkonseptualisasikan bagaimana data berpindah dalam organisasi, proses atau transformasi yang dilalui data dan apa output-nya. 

Kelebihan pendekatan DFD adalah: 
1. Kebebasan dari menjalankan implementasi teknis sistem. 
2. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan subsistem. 
3. Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan pengguna melalui diagram aliran data. 
4. Menganalisa sistem yang diajukan untuk menentukan apakah data dan proses yang diperlukan sudah ditetapka

Simbol dasar dalam menggambar DFD ada empat simbol yaitu: 

1. Entity 
a. Digambarkan dengan kotak. 
b. External entity (bagian lain sebuah perusahaan,seseorang atas sebuah mesin) yang dapat mengirim atau menerima data. 
c. Disebut juga sumber atau tujuan data, dan dianggap external terhadap sistem yang sedang digambar. 
d. Diberi label dengan nama yang sesua
e. Diberi nama kata benda. 
f. Entity yang sama bisa digunakan lebih dari sekali pada DFD untuk menghindari persilangan data flow. 

2. Aliran Data (Data Flow) 
a.Digambarkan dengan panah.
b.Menunjukkan perpindahan dari satu titik ke titik yang lain, dengan kepada panah mengarah ke tujuan data. 
c.Aliran data yang muncul secara simultan bisa digambarkan hanya dengan menggunakan tanda panah paralel. 
d.Karena sebuah tanda panah menunjukkan seseorang, tempat atau sesuatu, harus diberi nama dengan kata benda. 

3. Proses 
a. Digambarkan dengan lingkaran. 
b. Menunjukkan adanya proses transformasi data. 
c. Aliran yang meninggalkan suatu proses selalu diberi label yang berbeda dari aliran data masuk. 

Pemberian nama meninggalkan suatu proses dalam sistem sebagai berikut: 
1. Menetapkan nama sistem secara keseluruhan pada level lebih tinggi. Contohnya: inventory control system. 
2. Memberi nama sub sistem utama, seperti: Inventory Reporting Subsystem, atau internet consumer service system. 
3. Menggunakan format kata kerja, kata sifat, kata benda untuk proses detail. Kata kerja menggambarkan jenis kegiatan, misalnya menghitung, menyiapkan, mencetak, atau, menambahkan. Kata benda menunjukkan hasil utama proses, seperti: Laporan atau inventory, yang dihasilkan. Contoh nama proses yang lengkap adalah: menghitung pajak penjualan, menverifikasi status rekening 
konsumen, menyiapkan invoice pengapalan, mencetak laporan backordered, dan menambah record inventory. 

4. Data Store (Penyimpanan Data) 
a. Ditunjukkan oleh bujur sangkar dengan ujung terbuka. 
b. Diberi nama dengan kata benda. 
c. Maksud dari pemberian nama pada penyimpanan, seperti: D1, D2 ... untuk mengidentifikasi banyak storage yang dipakai. 

Tahapan Data Flow Diagram terbagi atas beberapa bagian yaitu: 

a. Diagram Konteks 
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut dugunakan untuk menggambarkan sistem secara umum/global dari keseluruhan sistem yang ada. 

b. Diagram nol 
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada didalam diagram konteks, yang penjabarannya lebih terperinci. 

c. Diagram Detail 
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang didalam diagram nol.

Flowchart 
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol dan dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung (Zarlis et al, 2007). Flowchart disebut juga dengan diagram alir. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Disamping itu, flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk dapat berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Dalam pembuatan suatu flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisis suatu masalah dengan komputer. Oleh karena itu flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara suatu pemrogram dengan yang lainnya. 


Normalisasi
Normalisasi merupakan pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi, apakah ada kesulitan pada saat menambah / insert, menghapus / delete, mengubah / update, membaca / retrieve pada suatu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut, maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapat database yang optimal. Walaupun jumlah normalisasi ini bervariasi, dasar normalisasi sebenarnya hanya ada tiga, yaitu bentuk normal pertama, bentuk normal kedua dan bentuk normal ketiga. (H.M.Jogiyanto, 2005 : 404)


ERD (Entity relationship diagram)
ERD (Entity Relationship Diagram) adalah representasi grafis dari entity-relationship model. Entity Relationship Model (E-R Model) adalah representasi logikal dari data untuk sebuah organisasi atau untuk sebuah area bisnis. (A Hoffer, Prescott, dan McFadden, 2005 :93)

ERD adalah model data yang menggunakan beberapa notasi untuk menggambarkan data dalam hubungan antar entity dan relationship yang digambarkan oleh data tersebut. (Whitten 2004 :295)

sumber :